Sabtu, 01 Desember 2012

Membuat Lembar Kerja Dengan ms.excel 2010


Pembuatan Lembar Kerja Yang Baik dan Benar  Dalam Microsoft Excel 2010

Microsoft Excel merupakan salah satu program dari windows untuk mengolah data yang berupa angka dan lembar kerja terdiri dari worksheet(lembar kerja).
Untuk membuat lembar kerja yang baik dan benar :
Mengatur Kertas 
Menentukan batas – batas pengetikan dan bentuk kertas
1.    Klik menu page layout
2.    Klik margin (untuk menentukan batas pengetikan)
Top         : Mengatur batas dan kertas
Bottom   : Mengatur batas bawah kertas
Left        : Mengatur batas kiri kertas
Right      : Mengatur batas kanan kertas
3.    Klik page setup (mengatur ukuran kertas)

Tentukan margin, paper, dan layout dengan ketik ukuran sesuai dengan yang diinginkan.
4.    KlikOk.

Mengatur Perataan Data Sel
Mengatur perataan data dalam sel dengan menggunakan beberapa tombol perintah dalam grup Alignment
dalam tab Home seperti yang tampak pada gambar dibawah ini :



Penggunaan Toolbar/perintah sangat penting untuk mendukung data yang baik dan benar.
Ketika selesai membuat suatu data, yang perlu diperhatikan lagi adalah cara pengeprintnan. Pengeprinan harus benar - benar disetting terlebih dahulu sebelum mencetak data yang kita buat.



Penggunaan Fungsi Statistika
Ø  COUNT
Menentukan banyak data.
Contoh      :
=COUNT(A1;A6) atau =COUNT(A1..A6), yaitu menentukan banyaknya data dari sel A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya

Ø  SUM
Menentukan total/jumlah data.
Contoh      :
=SUM(B1;B6) atau =SUM(B1..B6), yaitu menjumlahkan sel dari A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya


Ø  Average
Berfungsi untuk menghitung nilai rata – rata.
Contoh :
=AVERAGE(B1;B6) atau =AVERAGE(B1..B6), yaitu menentukan rata –rata dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya



Ø  MAX
Berfungsi untuk menentukan nilai tertinggi.
Contoh :
=MAX(B1;B6) atau =MAX(B1..B6), yaitu mencari data tertinggi dari sel A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya




Ø  MIN
Berfungsi untuk menentukan nilai terendah.
Contoh :
=MIN(B1;B6) atau =MIN(B1..B6), yaitu mencari data terendah dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya


Penggunaan Fungsi If

Logika yang digunakan pada fungsi IF : =, <, >, <=, =>, <>

Bentuk umum =IF(X=n,A,B)

Dimana          X : merupakan sel kondisi

                        N : isi

Kondisi/syarat
                        A : jawaban benar
                        B : jawaban salah
Contoh :


Ketentuan :
Jika JENIS KELAMIN = P maka JENIS = Pria, jika JENIS KELAMIN = W maka JENIS = WANITA. Maka rumus yang harus kita ketikan di sel D3 adalah sebagai berikut :
=IF(C3=”P”,”PRIA”,”WANITA”) jika kondisi lebih dari satu, maka kita gunakan operator AND atau OR.
=AND(x,y)      : menggabungkan dua kondisi dengan operator AND (dan), kedua –    duanya harus benar.
=OR(x,y)         : menggabungkan  dua kondisi dengan operator OR( atau), maka          salah satu kondisi harus benar atau kedua – duanya benar.
Diamana x      : kondisi pertama, y kondisi kedua
Bentuk Umum: =IF(Operator(x,y),a,b)

Contoh :



Ketentuan :
JikaUMUR >= 20 <= 30 maka TERIMA = TERIMA jika tidak TERIMA = TOLAK, makarumus yang ditulis adalah =IF(AND(C3>=20,C3<=30),”TERIMA”,”TOLAK”)


Fungsi Lookup
·         Vlookup untuk data acuan berbentuk vertikal
·         Hlookup untuk data acuan berbentuk horizontal 
     Fungsi Hlookup dan Fungsi Vlookup merupakan bagian dari Fungsi Lookup dan Referensi yaitu digunakan untuk pengolahan data dengan mencocokan data dengan data pada tabel lainnya sebagai referensi.
Logika sederhana tentang penggunaan fungsi Hlookup dan Vlookup pada Microsoft Excel adalah ketika Anda mencari nomor telepon seseorang di buku telepon, Anda pasti akan mencari namanya terlebih dahulu baru kemudian melihat nomor telephonenya. Dengan fungsi Hlookup dan Vlookup, Anda akan mendapatkan nilai yang diinginkan berdasarkan kriteria yang Anda berikan yang terlebih dahulu akan dicocokan pada tabel referensi yang ada.
Syarat penyusunan tabel yang digunakan sebagai referensi adalah pada baris atau kolom pertama harus berdasarkan urutan dari kecil ke besar yaitu jika pada baris atau kolom pertama berupa data angka atau nilai maka urutannya harus -1,0,1 dan jika berupa data teks urutannya harus A-Z.
Bentuk Penulisan Fungsi Hlookup dan Vlookup : 
      =HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index_num;range_lookup)
=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;range_lookup)lookup_value = nilai atau teks sebagai dasar untuk pembacaan tabel
table_array = merupakan tabel referensi
row_index_num atau col_index_num = nomor indeks baris (row) atau kolom (col) pada tabel referensi yang berisi nilai yang kita inginkan berdasarkan hasil pencocokan
range_lookup = bernilai True atau False

Masih bingung ? :-D
Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP :

Buka lembar kerja baru dan buatlah tabel seperti gambar berikut :








TABEL 1 merupakan tabel referensi yang disusun horisontal
TABEL 2 merupakan tabel referensi yang disusun vertikal
TABEL 3 dan TABEL 4 merupakan tabel yang mengandung nilai mengikuti tabel referensi

Penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP terletak pada bentuk tabel referensi yang kita gunakan. Nah, jika kita menggunakan tabel referensi dengan bentuk horisontal seperti pada TABEL 1, maka fungsi yang kita gunakan adalah fungsi HLOOKUP dan jika kita menggunakan tabel referensi yang berebentuk vertikal seperti TABEL 2 maka fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP.

TABEL 3 menggunakan TABEL 1 sebagai tabel referensi, dan TABEL 4 menggunakan TABEL 2 sebagai tabel referensi

Lihat TABEL 3 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :
Cell D12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;2)
Cell D13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;2)
Cell E12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;3)
Cell E13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;3)
Artinya : Nilai Cell D12, D13, E12 dan E13 adalah nilai yang terletak pada tabel referensi yang
terletak pada range C3:G5 di baris ke-2 atau baris ke-3, yang diambil berdasarkan nilai pada cell C12 atau C13.

Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 3 akan terlihat seperti berikut :



Lihat TABEL4 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :Cell D17 masukkan fungsi =VLOOKUP(C17;I4:K8;2)Cell D18 masukkan fungsi =VLOOKUP(C18;I4:K8;2)Cell E17 masukkan fungsi =VLOOKUP(C17;I4:K8;3)Cell E18 masukkan fungsi =VLOOKUP(C18;I4:K8;3)Artinya : Nilai Cell D17, D18, E17 dan E18 adalah nilai yang terletak padatabel referensi yang terletak pada range I4:K8 di baris ke-2 atau baris ke-3,yang diambil berdasarkan nilai pada cell C17 atau C18.Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 4 akan terlihat seperti berikut :




Cara Merangking
1. Buka file Excel Nilai siswa atau Siapkan data siswa beserta nilai yang sudah dimasukkan, seperti lihat contoh:





2. Jumlahkan terlebih dahulu data setiap siswa jika belum di jumlah.
3. Ketikkan rumus pada cell G8 =RANK(
4. Klik nilai jumlah siswa, dalam contoh Cell “F8“, sehingga menjadi



5.piisahkan statemen dengan tanda “,” atau “;” sesuaikan dengan setting komputer anda.
   sehinggamenjadi dan blok seluruh nilai (jumlah) siswa dari awal hingga akhir,dalam contoh
  “F8:F18“6.Kemudian tekan tombol “F4″ untuk meng-ABSOLUT-kan data. sehingga akan
  berubahmenjadi 7.Ketik pembatas statement-nya seperti langkah 5 diatas.8.dan ketikan
  angka “0” atau “1″ (angka 0 artinya nilai yangtinggi peringkat 1, jika disisi angka 1 nilai
  terendah urutan no 1)9.ketik tanda kurung “)” dan tekan tombol enter kemudian barudi copy
   kebawah sesuai dengan jumlah siswa. Sehingga hasilnya adalah sebagaiberikut :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar